Advertorial Diarpus Kukar Sosialisasi Peningkatan Peran Masyarakat Dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, Pendaftaran Dan...

Diarpus Kukar Sosialisasi Peningkatan Peran Masyarakat Dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, Pendaftaran Dan Naskah Kuno

189
SHARE
Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian dan Pendaftaran Naskah Kuno Diselenggarakan Diarpus Kukar di Ballroom Grand Fatma Hotel Tenggarong, Rabu (23/7/2025). (Foto: Istimewa)

Sultanews.com, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, menggelar Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian dan Pendaftaran Naskah Kuno. Tema ”Teks Yang Tak Luntur, Merawat Naskah, Merawat Nusantara”, di Ballroom Grand Fatma Hotel Tenggarong, Rabu (23/7/2025)

Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Rinda Desianti menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya dan perhatian pemerintah dalam mengembangkan dan mengetahui lebih banyak situs situs atau naskah kuno serta menjaga pelestarian cagar budaya yang ada di Kukar.

“Dalam rangka melindungi dan melestarikan kebudayaan di kabupaten Kukar maka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar perlu menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Kekayaan Budaya Lokal Daerah agar masyarakat dapat mengetahui dan melestarikan benda cagar budaya yang ada di kabupaten Kukar, semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas dan kolaborasi seluruh stakeholder terkait untuk melestarikan naskah-naskah kuno dan budaya” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar) H Heldiansyah yang membuka buka kegiatan tersebut mengatakan, sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya, Kutai Kartanegara memiliki banyak peninggalan naskah kuno yang tersebar di berbagai tempat, mulai dari arsip kerajaan, lembaga adat, hingga koleksi pribadi.

“Sayangnya, banyak dari naskah tersebut belum terdokumentasi secara baik, bahkan sebagian mulai rusak dan terancam hilang jika tidak segera dilestarikan, ” ujarnya.

Ia mengaku, pelestarian naskah kuno bukan sekadar upaya menyelamatkan warisan fisik dari masa lalu. Lebih dari itu, ini adalah bentuk penghargaan terhadap jati diri dan perjalanan sejarah masyarakat kita.

“Naskah-naskah kuno merupakan sumber informasi yang sangat berharga, yang merekam jejak budaya, ilmu pengetahuan, adat istiadat, hingga nilai-nilai luhur yang berkembang di tengah masyarakat kita, khususnya di Kukar, melalui naskah-naskah ini, kita dapat memahami akar budaya dan identitas kita sebagai bangsa. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab kita bersama” tuturnya.

Ia menuturkan, Pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian naskah kuno melalui berbagai regulasi. Kita memiliki Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang secara jelas mengamanatkan pelestarian bahan perpustakaan, termasuk naskah kuno.

Sesuai Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Naskah Kuno memberikan panduan teknis yang lebih rinci mengenai tata cara pelestarian yang baik dan benar.

“Oleh karena itu, saya menyambut baik kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah awal yang sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian naskah kuno. Melalui kegiatan ini, saya berharap akan terjalin sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan merawat warisan dokumenter yang kita miliki” paparnya.

Ia pun mengajak kita semua untuk bersama-sama mendukung program digitalisasi dan konservasi naskah kuno, agar generasi muda dapat mengenal sejarah bangsanya sendiri, serta menjadikannya sebagai pijakan dalam membangun masa depan yang lebih berbudaya dan berkarakter.

“Melalui sosialisasi ini, saya berharap kita semua dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pelestarian naskah kuno, serta mengetahui langkah-langkah konkret yang harus kita lakukan. Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan menyusun strategi terbaik dalam menjaga warisan berharga ini untuk generasi mendatang” pungkasnya. (ADV/AR)