Ekonomi Resmikan RDMP Balikpapan Presiden Prabowo Sebut Pencapaian Bersejarah Setelah 32 Tahun Tanpa...

Resmikan RDMP Balikpapan Presiden Prabowo Sebut Pencapaian Bersejarah Setelah 32 Tahun Tanpa Kilang Baru

4
SHARE

Sultanews, Balikpapan – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Rencana Induk Pengembangan Kilang Pertamina (RDMP) Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur pada hari Senin, 12 Januari 2026.

Dalam berbagai kesempatan sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa peresmian fasilitas kilang minyak di Indonesia terakhir kali terlaksana sekitar 32 tahun yang lalu. Oleh sebab itu, momentum peresmian RDMP Balikpapan ini dicatatkan sebagai peristiwa yang sangat bersejarah sekaligus membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya menyambut dengan bahagia dan merasa sangat bangga atas apa yang kita hasilkan hari ini melalui peresmian ini,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Kepala Negara turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada segenap pihak yang telah bekerja secara maksimal dalam mewujudkan proyek strategis nasional tersebut, mulai dari jajaran insinyur, para pekerja lapangan, aparat keamanan, jajaran pemerintah daerah, unsur manajemen, hingga seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa,” tegas beliau.

Menurut pandangan Presiden Prabowo, di samping sektor ketahanan pangan, terwujudnya kemandirian energi memegang peranan yang sangat krusial bagi kedaulatan negara. Beliau menekankan bahwa Indonesia sesungguhnya telah dianugerahi sumber daya energi yang melimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kekayaan alam tersebut wajib dikelola dan dimanfaatkan secara mandiri demi sebesar-besarnya kepentingan nasional.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memaparkan bahwa RDMP Balikpapan kini resmi menyandang status sebagai kilang minyak terbesar di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai angka fantastis Rp123 triliun. Proyek raksasa ini diklaim mampu mendongkrak kapasitas pengolahan minyak secara signifikan, yakni dari yang semula 260 ribu barel per hari kini meningkat menjadi 360 ribu barel per hari dengan menerapkan standar emisi Euro V, serta turut mengakselerasi target pencapaian Net Zero Emission (NZE).

Bahlil juga menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur RDMP Balikpapan diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga lebih dari Rp60 triliun setiap tahunnya, berkat merosotnya volume impor Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis solar.

Ke depannya, imbuh Bahlil, RDMP Balikpapan juga difokuskan untuk menggenjot produksi bahan bakar berkualitas tinggi yang memiliki Research Octane Number (RON) 92, 95, dan 98. Langkah strategis ini ditempuh agar Indonesia dapat memutus rantai ketergantungan terhadap produk impor, sekaligus mengarahkan badan-badan usaha swasta untuk menyerap produk-produk kilang dalam negeri melalui PT Pertamina.

“Supaya badan-badan usaha swasta membeli produksi dalam negeri melalui Pertamina,” tandas Bahlil.

Peresmian proyek strategis nasional ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, di antaranya sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subiyanto, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Wali Kota Balikpapan, serta pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur.