Sultanews, Kutai Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus berkomitmen menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat langsung dari tingkat akar rumput. Lewat implementasi program unggulan seperti Dana RT dan Dana Dasawisma, pemkab mematok target lahirnya berbagai kelompok usaha produktif yang ampuh mendongkrak pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian kampung.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, ketika menghadiri pembukaan ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dipusatkan di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kabupaten Kutai Barat, Selasa (21/7/2026).
Di sela kegiatan tersebut, Wabuh Suhuk memaparkan bahwa penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama pemerintah daerah dalam menopang ekonomi kerakyatan. Berbagai program pemberdayaan digelontorkan agar warga memiliki ruang dan kesempatan luas merintis serta mengembangkan usaha yang selaras dengan potensi lokal.
“Dukungan kita kepada UMKM, khususnya di Mahakam Ulu, salah satunya melalui program Dana RT dan Dana Dasawisma. Harapannya, program ini dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, baik di bidang kuliner, kerajinan tangan, pembuatan pakaian adat, topi, maupun produk kreatif lainnya,” ungkap Suhuk.
Lebih lanjut ia menjelaskan, program Dana Dasawisma dirancang tidak sekadar sebagai sarana pemberdayaan perempuan biasa, melainkan diarahkan secara spesifik untuk memantik kegiatan ekonomi produktif di skala lingkungan terkecil. Melalui wadah ini, kelompok-kelompok perempuan dirangkul untuk membangun unit usaha kolektif yang mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi keluarga serta warga sekitar.
Bahkan, Pemkab Mahulu secara khusus memasang target agar setiap RT di wilayahnya minimal memiliki satu kelompok Dasawisma aktif yang mengelola usaha produktif. Semakin banyak kelompok yang terbentuk, peluang terciptanya lapangan kerja baru di tingkat kampung diyakini bakal semakin terbuka lebar.
“Dengan adanya kelompok Dasawisma di setiap RT, kita ingin ibu-ibu memiliki wadah untuk berkarya dan berusaha bersama. Jika dalam satu RT bisa terbentuk lebih dari satu kelompok, tentu akan lebih baik karena manfaatnya akan semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Ajang Gelar TTG XII Kaltim sendiri merupakan panggung inovasi teknologi bergengsi yang mempertemukan sembilan kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Berlangsung selama empat hari pada 20–23 Juli 2026, agenda ini menjadi titik temu strategis antara unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat luas dalam memanfaatkan teknologi tepat guna demi mendongkrak produktivitas serta daya saing daerah.
Bagi Kabupaten Mahulu, keikutsertaan dalam perhelatan ini dimanfaatkan secara optimal bukan hanya untuk memamerkan potensi lokal, tetapi juga membuka ruang kerja sama serta adopsi teknologi teranyar guna mengakselerasi kemajuan UMKM.
Pemkab Mahulu berharap perpaduan antara inovasi teknologi dan program pemberdayaan masyarakat bawah ini mampu memperkokoh fondasi ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mempercepat terwujudnya visi besar pembangunan daerah, yakni “Mahulu Melaju” yang maju, merata, dan berkelanjutan. (Advetorial/Prokopim)





