Sultanews.com, Ujoh Bilang- Mahalnya biaya transportasi sungai di tengah surutnya Sungai Mahakam menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Kondisi tersebut turut mendorong Pemerintah Kabupaten Mahulu menyiapkan langkah membuka akses darat sebagai alternatif distribusi barang menuju wilayah hulu.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan pemerintah akan memprioritaskan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani akses Long Pakaq menuju Tiong Ohang, yang saat ini mengalami sejumlah titik jalan terputus.
“Untuk BTT Mahulu kita lebih mengutamakan untuk jalan dari Long Pakaq ke Tiong Ohang karena kondisi jalan di sana banyak yang terputus. Itu yang mau kita kerjakan supaya jalan Long Pakaq dan Tiong Ohang bisa punya kondisi yang lebih baik dan bisa tembus menggunakan mobil,” ujar Angela, Rabu (19/8/2026).
Menurut Angela, pembukaan jalur darat tersebut menjadi penting karena biaya distribusi melalui sungai cukup tinggi, terutama ketika debit Sungai Mahakam menurun akibat kemarau.
Berdasarkan laporan Camat Long Apari Petrus Ngo, tarif angkutan menggunakan perahu ketinting dari Long Lunuk menuju sejumlah wilayah mencapai jutaan rupiah dalam satu kali perjalanan.
Untuk rute Long Lunuk–Tiong Ohang, tarif angkutan mencapai Rp2,75 juta per perahu, belum termasuk kebutuhan 25 liter bahan bakar minyak (BBM).
Sementara rute Long Lunuk–Noha Silat mencapai Rp4,25 juta ditambah 45 liter BBM. Sedangkan perjalanan Long Lunuk–Long Apari/Noha Tivab mencapai Rp5,55 juta ditambah 65 liter BBM.
Besarnya biaya tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok ketika barang didistribusikan menuju wilayah hulu.
Angela berharap pembukaan akses darat dapat menjadi solusi untuk menekan biaya angkutan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
“Harapan kita dengan pembukaan jalan ini akan menekan harga, karena ongkos angkut lebih murah daripada sebelumnya. Kita tahu sendiri ongkos angkut lewat sungai lebih tinggi daripada lewat darat,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan akses Long Pakaq-Tiong Ohang tidak hanya menjadi kepentingan pemerintah kabupaten. Pemkab Mahulu juga akan membawa kebutuhan peningkatan konektivitas tersebut dalam koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat.
Di tengah upaya pembenahan akses, Pemkab Mahulu tetap melakukan langkah jangka pendek untuk menjaga pasokan kebutuhan masyarakat.
Pada Rabu (19/8/2026), pemerintah menerima sekitar 9,7 ton bantuan pangan dari Pemprov Kaltim. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah ke Long Pahangai dan Operasi Pasar Murah ke Long Apari.
Selain bahan pangan, bantuan juga mencakup 720 tabung LPG 3 kilogram dan 200 tabung Bright Gas 12 kilogram.
Angela mengatakan bantuan tersebut harus tetap dikirim ke wilayah yang membutuhkan meski biaya angkut menjadi tantangan tersendiri.
“Bagaimanapun caranya yang penting tercukupi sembako yang ada di Long Apari, Long Pahangai,” katanya.
Pemkab Mahulu kini menjalankan dua langkah secara bersamaan, yakni memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kemarau dan memperbaiki konektivitas darat agar ketergantungan terhadap jalur sungai dapat dikurangi.
Pemerintah daerah berharap perbaikan akses tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap biaya logistik dan memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah hulu Mahulu. (Adv/Prokopim)





