Budaya Bupati Kukar: Erau Bukan Sekadar Tontonan, tapi Warisan Leluhur yang Harus Dijaga

Bupati Kukar: Erau Bukan Sekadar Tontonan, tapi Warisan Leluhur yang Harus Dijaga

4
SHARE

Sultanews.com, TENGGARONG– Tiang Ayu resmi berdiri di Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (20/9/2026). Prosesi mendirikan dan menaikkan Tiang Ayu ini menandai dimulainya rangkaian Erau Adat Kutai 2026, pesta adat yang berlangsung pada 20-27 September dengan tajuk Raja Manunggal Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), prosesi ini lebih dari sekadar pembuka acara. Ini adalah penegasan komitmen daerah untuk terus melestarikan adat dan budaya Kutai.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut berdirinya Tiang Ayu sebagai tanda dimulainya Erau. Setelah prosesi di museum, rangkaian kegiatan berlanjut ke seremoni pembukaan di Stadion Rondong Demang Tenggarong.

“Hari ini kita melaksanakan prosesi mendirikan Tiang Ayu. Ini merupakan penanda bahwa Erau sudah kita mulai,” ujar Aulia.

Ia menegaskan, Erau tidak boleh dipandang sebatas agenda tahunan atau tontonan budaya. Menurutnya, Erau adalah bagian dari warisan leluhur sekaligus identitas masyarakat Kutai yang harus dijaga. Karena itu, Pemkab Kukar tidak hanya menempatkan Erau sebagai agenda pariwisata, tetapi juga berupaya memastikan nilai-nilai dan tata cara adat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Erau adalah simpul warisan leluhur, fondasi identitas dan mata rantai peradaban Kutai yang melintasi zaman,” ungkapnya.

Tahun ini, Festival Budaya Erau Adat Kutai juga masuk dalam agenda pariwisata nasional Kharisma Event Nusantara (KEN). Aulia menilai hal ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kebudayaan Kutai kepada khalayak yang lebih luas.

Ia pun berharap seluruh rangkaian Erau dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari semua pihak.

“Kami mohon dukungan dari seluruh pihak untuk menyukseskan kegiatan ini,” tandasnya. (yus)