Daerah Solusi Atasi Banjir hingga Ubah Limbah Jadi Paving Block, Mahulu Pamerkan Inovasi...

Solusi Atasi Banjir hingga Ubah Limbah Jadi Paving Block, Mahulu Pamerkan Inovasi Unggulan di TTG XII Kaltim

5
SHARE

Sultanews, Kutai Barat – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tampil membanggakan dalam ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Kalimantan Timur. Tidak sekadar membawa produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), wilayah di tapal batas negara ini turut memamerkan berbagai inovasi teknologi kreatif yang dirancang khusus untuk menjawab problem nyata masyarakat sehari-hari, mulai dari mitigasi ancaman banjir hingga daur ulang limbah bernilai ekonomis tinggi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, saat menghadiri langsung pembukaan Gelar TTG XII Kaltim yang dipusatkan di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kabupaten Kutai Barat, Selasa (21/7/2026).

Menurut Wabuh Suhuk, pada perhelatan tahun ini Mahulu memboyong beberapa karya teknologi tepat guna yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan warga. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah alat dongkrak multifungsi ciptaan lokal yang diproyeksikan sebagai solusi cepat menghadapi bencana banjir yang kerap melanda sebagian wilayah Mahulu.

“Alat dongkrak ini sangat relevan dengan kondisi wilayah Mahulu yang sering mengalami banjir. Fungsinya untuk membantu mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sehingga lebih mudah diamankan saat air mulai naik,” jelas Suhuk.

Di samping alat dongkrak darurat banjir, Mahulu juga memperkenalkan alat pencacah guna menunjang produktivitas warga sehari-hari. Kehadiran inovasi-inovasi sederhana ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna tidak harus selalu rumit atau berbiaya mahal, melainkan yang terpenting mampu memberikan solusi nyata bagi hajat hidup masyarakat.

Lebih lanjut, Suhuk menjelaskan bahwa pengembangan berbagai ragam teknologi tepat guna merupakan wujud nyata ikhtiar pemerintah daerah dalam mendongkrak kesejahteraan warga sekaligus memperkuat kemandirian lokal berbasis inovasi.

Selain pameran teknologi, ajang TTG ini juga dimanfaatkan secara maksimal oleh kontingen Mahulu sebagai etalase promosi produk-produk unggulan UMKM asal kampung-kampung. Beragam komoditas lokal dipajang untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mengenalkan potensi ekonomi kerakyatan kepada khalayak luas dari sembilan kabupaten dan kota se-Kaltim.

“Kami terus mengembangkan produk-produk UMKM agar semakin dikenal di luar daerah. Harapannya, melalui produk-produk ini perekonomian masyarakat dapat terus meningkat,” ungkap Suhuk optimis.

Tak berhenti sampai di situ, ia juga membocorkan bahwa Pemkab Mahulu saat ini sedang menggodok sejumlah riset inovasi berbasis kelestarian lingkungan. Salah satu proyek rintisan yang tengah dikembangkan adalah teknik pengolahan limbah kotoran atau sampah tertentu untuk disulap menjadi paving block yang memiliki nilai ekonomis sekaligus menjadi solusi penataan sampah yang lebih efektif.

Meski dalam proses pengembangannya masih terkendala ketersediaan bahan baku, pemerintah daerah bersama mitra terkait memastikan riset tersebut terus berjalan agar kelak bisa diaplikasikan secara massal di tengah masyarakat.

Tidak ketinggalan, Mahulu bersama Tim Penggerak PKK juga tengah mengkaji riset pengembangan biosolar mandiri sebagai alternatif energi baru terbarukan yang kelak bermanfaat bagi warga.

“Ke depan kami berharap semakin banyak teknologi tepat guna yang lahir dari Mahulu dan bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Melalui keikutsertaan di Gelar TTG XII Kaltim ini, Pemkab Mahulu menaruh harapan besar agar seluruh inovasi yang ditampilkan tidak sekadar menjadi pajangan seremonial semata, melainkan benar-benar bisa diterapkan secara masif demi meringankan beban masyarakat, mendongkrak produktivitas, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Advetorial/Prokopim)