Daerah Dimulai dengan 18 Peserta Didik, SDK Santa Miriam Resmi Beroperasi di Mahulu

Dimulai dengan 18 Peserta Didik, SDK Santa Miriam Resmi Beroperasi di Mahulu

15
SHARE

Sultanews, Ujoh Bilang – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sebagai wujud komitmen nyata dalam membangun daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan secara langsung melalui peresmian Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Miriam Ujoh Bilang yang dilakukan oleh Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, pada Kamis (23/7/2026).

Rangkaian acara peresmian sekolah ini diawali dengan pelaksanaan Perayaan Ekaristi serta pemberkatan gedung yang dipimpin oleh RD. Albertus Kurniadi. Momen tersebut menandai dimulainya perjalanan lembaga pendidikan yang diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam pembentukan generasi masa depan Mahulu.

Dalam sambutannya, Bupati Angela menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, meliputi Yayasan Budi Bakti Karya MASF, Kongregasi MASF, Gereja Katolik, para orang tua, hingga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kehadiran SDK Santa Miriam tidak hanya menambah pilihan layanan pendidikan dasar, tetapi juga memperkuat upaya pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui perpaduan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai keagamaan.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, kehadiran sekolah ini menjadi kabar baik bagi Mahulu dalam menyiapkan generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter,” ujar Angela.

SDK Santa Miriam memulai Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan jumlah 18 peserta didik. Ke depannya, sekolah ini diharapkan mampu tumbuh secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, tata kelola sekolah yang baik, serta pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai.

Di samping itu, Bupati juga memberikan penekanan penting mengenai penciptaan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Suasana belajar yang positif diyakini akan membantu anak-anak dalam mengembangkan potensi terbaik mereka secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi moto Yayasan Budi Bakti Karya MASF, yaitu “Bersaudara, Berkarakter, dan Berprestasi”, yang dinilainya sangat sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Mahulu.

“Anak-anak tidak hanya diajarkan untuk menjadi pintar, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan menghargai sesama,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Bupati Angela menegaskan bahwa keberhasilan di bidang pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah semata. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, yayasan, gereja, orang tua, dan seluruh masyarakat dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. (Advetorial/Prokopim)