Bencana ISPU Pontianak Tembus Angka 620 Asap Karhutla Lumpuhkan Aktivitas Bandara Supadio

ISPU Pontianak Tembus Angka 620 Asap Karhutla Lumpuhkan Aktivitas Bandara Supadio

3
SHARE

Sultanews, Pontianak – Kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memburuk secara ekstrem akibat kepungan pekat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi darurat ini melumpuhkan sebagian aktivitas warga dan berdampak parah pada sektor transportasi udara.

Berdasarkan data pemantauan IQAir pada Rabu (23/9/2026) pukul 16.00 WIB, kualitas udara Pontianak resmi menembus kategori sangat berbahaya. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat mencapai angka 1.186 dengan konsentrasi polutan PM2.5 menembus 670 mikrogram per meter kubik.

Kondisi kritis ini turut dikonfirmasi oleh pantauan KLH/BPLH yang mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Pontianak Tenggara menyentuh angka 620, yang juga masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dampak paling nyata dari pekatnya kabut asap ini langsung terasa di Bandara Internasional Supadio. Menurunnya jarak pandang secara drastis memaksa otoritas bandara mengambil langkah tegas demi keselamatan. Hingga Rabu sore, tercatat ada 18 jadwal penerbangan yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem ini.

Rincian dari gangguan penerbangan tersebut meliputi 11 jadwal yang terpaksa mengalami penundaan (delay) dan tujuh penerbangan lainnya harus dibatalkan sepenuhnya. Situasi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat Pontianak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mewaspadai dampak buruk dari tingginya polusi udara akibat karhutla. (Chy)