Agama Jadi Mitra Strategis Pemerintah, BAMAGNAS Mahulu Didorong Perkuat Toleransi dan Pelayanan Umat

Jadi Mitra Strategis Pemerintah, BAMAGNAS Mahulu Didorong Perkuat Toleransi dan Pelayanan Umat

12
SHARE

Sultanews, Ujoh Bilang – Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kini resmi mengantongi kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi pelantikan yang digelar di Ballroom Lantai III Kantor Bupati Mahulu pada Jumat, 24 Juli 2026 ini menjadi momentum krusial dalam memperkokoh sinergi antar gereja sekaligus mendukung roda pembangunan sosial kemasyarakatan di wilayah Bumi Urip Kerimaan.

Agenda pelantikan tersebut dipimpin secara langsung oleh Ketua DPW BAMAGNAS Provinsi Kalimantan Timur yang juga menjabat sebagai Anggota DPD RI asal Kaltim, Dr. Yulianus Henok Sumual, S.H., M.Si. Melalui prosesi khidmat tersebut, Pdt. Marius Richie Klau, M.Th., sah dilantik sebagai Ketua DPD BAMAGNAS Kabupaten Mahulu beserta jajaran pengurus lengkap lainnya.

Rangkaian acara berjalan dengan lancar dan khidmat, dimulai dari pembacaan Surat Keputusan, penandatanganan berita acara, penyerahan bendera pataka organisasi, hingga ditutup dengan doa pengutusan sebagai simbol dimulainya masa pengabdian kepengurusan baru.

Hadir mewakili Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Gerry Gregorius, S.E., M.Si., Ak., CA., menyampaikan ucapan selamat serta menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran pengurus yang baru saja dikukuhkan.

Dalam pandangan pemerintah daerah, amanah yang diemban ini bukan sekadar jabatan struktural organisasi semata, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang luhur untuk melayani umat, merajut kebersamaan, serta merawat persatuan di tengah heterogenitas denominasi gereja yang ada di Mahulu.

“Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan ketulusan, kebijaksanaan, dan semangat melayani. Bangun komunikasi yang terbuka dan jadikan musyawarah sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Gerry saat membacakan sambutan tertulis Bupati.

Pemerintah Kabupaten Mahulu menaruh ekspektasi agar BAMAGNAS dapat berfungsi sebagai rumah bersama bagi seluruh gereja lintas denominasi. Segala bentuk perbedaan tradisi maupun tata cara pelayanan diharap tidak menjadi tembok pembatas, melainkan bertransformasi menjadi kekuatan kolektif guna mempererat tali persaudaraan dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat luas.

Di samping fokus pada fungsi keagamaan, unsur kepengurusan BAMAGNAS juga didorong agar proaktif mengambil bagian dalam ragam program sosial kemasyarakatan. Peran tersebut mencakup pembinaan generasi muda, pemberdayaan ekonomi warga gereja, hingga penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan hidup antarumat beragama.

Pada momentum yang sama, Pemkab Mahulu turut menyatakan kesiapannya untuk mengkaji berbagai usulan program yang diajukan oleh pihak BAMAGNAS. Hal tersebut meliputi kepastian legalitas rumah ibadah, penguatan sarana pendukung organisasi, penyediaan lahan pemakaman, hingga program pemberdayaan ekonomi umat, tentunya sepanjang sejalan dengan regulasi dan kewenangan yang berlaku.

Terlebih di tengah arus disrupsi teknologi informasi saat ini, BAMAGNAS diproyeksikan mampu berdiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harmoni sosial. Organisasi ini diharapkan ikut mengedukasi masyarakat agar cerdas dan bijak memanfaatkan media digital, serta tidak mudah terprovokasi oleh arus informasi hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Para pemimpin gereja memiliki kedekatan dengan umat. Ini menjadi modal besar untuk mengajak masyarakat menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, dan mencegah munculnya konflik sosial,” demikian pesan penegas Bupati yang disampaikan melalui Staf Ahli.

Turut hadir meramaikan jalannya acara pelantikan tersebut antara lain Kapolres Mahulu AKBP Roni Wijaya, S.I.K., Ketua Komisi II DPRD Mahulu Gohen Merang Sapulete, Perwira Penghubung Kodim 0912/Kutai Barat, Kepala Kantor Kementerian Agama Mahakam Ulu Longginus, S.S., para tokoh agama, serta berbagai elemen perwakilan masyarakat. (Advetorial/Prokopim)