Daerah Ingatkan OPD Jangan Kejar Serapan Anggaran Semata Bupati Angela Minta Fokus Manfaat...

Ingatkan OPD Jangan Kejar Serapan Anggaran Semata Bupati Angela Minta Fokus Manfaat Nyata APBD

3
SHARE

Sultanews, Ujoh Bilang – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, memberikan atensi dan peringatan keras kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak terjebak pada orientasi pencapaian target serapan anggaran semata. Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, fokus utama pemerintah daerah harus disandarkan pada hasil akhir serta manfaat nyata yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Menurut pandangan Bupati Angela, parameter keberhasilan dalam mengeksekusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak sekadar diukur dari tingginya persentase realisasi belanja fisik. Jauh dari itu, esensi utamanya terletak pada sejauh mana alokasi anggaran tersebut mampu diterjemahkan menjadi program kerja yang efektif, tepat sasaran, serta berimplikasi langsung terhadap akselerasi pembangunan daerah.

“Laporan realisasi yang tinggi tidak ada artinya jika esensinya hanya sebatas formalitas tanpa wujud nyata. Yang terpenting adalah bagaimana anggaran tersebut dieksekusi menjadi program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Angela baru-baru ini.

Pernyataan tegas ini sekaligus menjadi sinyal kuat agar seluruh perangkat daerah mulai menggeser paradigma lama, yakni dari yang semula sekadar mengejar angka penyerapan anggaran menjelang tutup tahun, kini beralih pada pengutamaan kualitas mutu pelaksanaan program.

Angela menilai bahwa kultur birokrasi selama ini kerap terjebak pada ukuran keberhasilan pengelolaan anggaran yang dititikberatkan pada besarnya nominal belanja. Padahal, hakikat terdalam dari penggunaan APBD adalah murni untuk menghadirkan kualitas pelayanan publik yang lebih prima, mendongkrak kecepatan roda pembangunan, serta menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Oleh sebab itu, setiap program kegiatan yang dibiayai dari uang rakyat melalui APBD wajib memiliki indikator kinerja yang transparan, target sasaran yang terukur secara presisi, serta mampu menghadirkan luaran (output) dan dampak (outcome) yang dapat dievaluasi secara objektif.

“Tolok ukur keberhasilan kita murni terletak pada sejauh mana dana tersebut dieksekusi menjadi program yang berdaya guna, dengan hasil akhir yang terukur secara presisi melalui indikator dan target angka yang sudah ditetapkan sejak awal,” tandasnya.

Di samping itu, Bupati turut menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD agar memperkuat rantai kualitas mulai dari tahapan perencanaan strategis, pelaksanaan di lapangan, hingga sistem pengawasan internal yang ketat. Langkah ini krusial agar setiap rupiah uang negara yang dibelanjakan benar-benar melahirkan capaian pembangunan yang konkrit, dan bukan sekadar laporan administratif yang rapi di atas kertas belaka.

Melalui komitmen kuat kepemimpinan ini, Pemkab Mahulu menaruh asa besar agar implementasi APBD Tahun 2026 tidak sekadar melahirkan statistik angka serapan yang tinggi di atas permukaan, melainkan mampu mentransformasikan wajah daerah melalui peningkatan mutu pelayanan publik, pembangunan infrastruktur yang merata, serta penguatan sektor strategis penopang kesejahteraan warga masyarakat Mahakam Ulu. (Advetorial/Prokopim)