Budaya Rawat Identitas Leluhur Bupati Mahulu Ajak Generasi Muda Bangga Kenakan Pakaian Adat

Rawat Identitas Leluhur Bupati Mahulu Ajak Generasi Muda Bangga Kenakan Pakaian Adat

6
SHARE

Sultanews, Ujoh Bilang – Derasnya arus modernisasi rupanya tidak menyurutkan komitmen Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan dalam merawat warisan budaya leluhur. Kepedulian ini kembali ia tunjukkan melalui unggahan di media sosial pribadinya yang menampilkan dirinya tampil anggun dalam balutan pakaian adat khas Mahulu.

Bagi orang nomor satu di Mahulu tersebut pakaian tradisional lebih dari sekadar busana yang memanjakan mata. Ia memandangnya sebagai mahakarya dan simbol identitas masyarakat adat yang harus terus dihidupkan.

“Mengenakan pakaian khas Mahakam Ulu selalu memberi rasa bangga tersendiri bagi saya. Keindahan warisan budaya seperti ini akan terus menjadi identitas luhur sekaligus kebanggaan sejati untuk Mahulu,” ungkap Bupati Angela baru-baru ini.

Pakaian adat yang dikenakannya memang sarat makna. Dengan dominasi motif tradisional khas masyarakat Dayak yang dipadukan pesona manik-manik setiap ornamen yang tersemat memuat nilai filosofis tentang kehidupan, kebersamaan, serta wujud penghormatan kepada para leluhur.

Langkah Bupati Angela dalam menggaungkan identitas lokal ini sejalan dengan visi besarnya. Ia meyakini bahwa kebudayaan adalah fondasi esensial dalam membangun daerah. Kemajuan infrastruktur dan ekonomi mutlak harus berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian budaya lokal.

Lebih jauh ia optimistis bahwa kekayaan tradisi Mahulu merupakan kekuatan raksasa yang mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu Pemkab Mahulu terus memfasilitasi berbagai kegiatan kebudayaan agar kearifan lokal ini semakin menasional.

“Di bawah visi ‘Mahulu Melaju’ penguatan budaya lokal menjadi salah satu agenda penting pembangunan daerah. Pemerintah berharap generasi muda semakin bangga mengenakan pakaian adat mempelajari tradisi leluhur dan menjadikan budaya sebagai identitas yang membedakan Mahulu dari daerah lainnya,” urainya.

Melalui keteladanan sederhana namun sarat makna ini Bupati Angela mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang budaya sebagai aset berharga masa depan dan bukan sekadar kenangan masa lalu. (Advetorial/Prokopim)