Daerah Transformasi Pertanian Digital, Petani PPU Didorong Siap Menopang Kebutuhan Pangan IKN

Transformasi Pertanian Digital, Petani PPU Didorong Siap Menopang Kebutuhan Pangan IKN

20
SHARE

Sultanewskaltim, PENAJAM – Perkembangan teknologi digital mulai menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Modernisasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran PPU sebagai daerah penghasil pangan yang akan menopang kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan Seminar Kelompok Tani bertajuk “Digitalisasi Pertanian” yang berlangsung di Aula Ozhien Cafe & Guest House, Penajam, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan petani, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi.

Seminar tersebut digagas oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Sarifah Suraidah Harum, dengan dukungan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sebagai mitra dalam mendorong peningkatan kapasitas petani.

Dalam pemaparannya, Sarifah menyampaikan bahwa tantangan sektor pangan ke depan menuntut adanya perubahan pola kerja di bidang pertanian. Menurutnya, penggunaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan hasil produksi dan efisiensi usaha tani.

“Petani perlu mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan digital dapat membantu meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk pertanian,” katanya.

Ia menjelaskan, penerapan konsep smart precision farming memungkinkan petani mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi cuaca, mengatur penggunaan pupuk secara lebih efektif, mengetahui perkembangan harga komoditas, hingga memperluas pemasaran melalui platform digital.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan IKN, lanjut Sarifah, PPU memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat penyedia pangan di Kalimantan Timur. Karena itu, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan kelompok tani perlu terus diperkuat agar transformasi sektor pertanian dapat berjalan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kecamatan Babulu juga disebut sebagai kawasan yang memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan penerapan pertanian modern. Wilayah yang dikenal sebagai sentra produksi padi itu diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan produksi pangan berbasis teknologi di PPU.

Kegiatan seminar berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai kelompok tani, termasuk perwakilan Gapoktan Bina Usaha Tani Gunung Intan. Para peserta menyambut positif upaya penguatan kapasitas petani melalui pemanfaatan teknologi digital yang dinilai dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui langkah transformasi ini, petani PPU diharapkan semakin siap menghadapi era pertanian modern dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat, termasuk bagi kawasan Ibu Kota Nusantara. (dan)