Advertorial Disdikbud dan Bunda PAUD Kukar Dorong Pendampingan Siswa di Masa Transisi TK-SD

Disdikbud dan Bunda PAUD Kukar Dorong Pendampingan Siswa di Masa Transisi TK-SD

398
SHARE
Bunda PAUD dan jajaran Disdikbud Kukar.

sultanews.com, Kukar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali menggelar kegiatan parenting di Gedung BPU Kecamatan Muara Muntai, Kamis (6/6/2024).

Kegiatan ini mendorong para guru untuk mendampingi siswa pada masa transisi dari Taman Kanak-kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD).

Mengusung tema “Fasilitasi PAUD-Holistik Integratif dalam Rangka Pengentasan Stunting dan Penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan”, Bunda PAUD Kukar Maslianawati Edi Damansyah menekankan pentingnya pendampingan pada masa transisi tersebut karena anak-anak memasuki dunia baru.

“Tapi perlu diingat pada masa itu anak-anak masih dalam masa bermain jadi jangan dipaksa dan saat ini wajib belajar menjadi 13 tahun karena 1 tahun anak-anak wajib masuk PAUD sebelum masuk jenjang SD sebagai masa pengenalan,” ujar Maslianawati.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Disdikbud Maria Ester, Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Pujiyanto, Camat Muara Muntai, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa, serta guru PAUD, SD, dan orangtua murid.

Maslianawati meminta guru TK untuk mendampingi murid-muridnya di SD, sementara guru SD kelas 1 dan 2 diminta untuk bersabar karena masa tersebut masih dalam tahap pengenalan dan bermain.

Ia juga mengimbau Bunda PAUD agar lebih proaktif dan rutin memonitor kegiatan PAUD di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, Maslianawati menyoroti pentingnya asupan gizi yang baik bagi anak-anak untuk mencegah stunting.

Ia menjelaskan bahwa program PAUD dan SD dikaitkan dengan stunting karena keinginan pemerintah Kukar untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Maria Ester mengatakan bahwa pengembangan PAUD dengan pendekatan Holistik Integratif bertujuan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak secara simultan, sistematis, dan terintegrasi.

“Saya juga meminta sekolah dan kecamatan untuk memperhatikan anak-anak disabilitas agar bisa bersekolah dengan semestinya,” tutur Hj. Maria.

(Adv/Disdikbud Kukar)