Advertorial Anggana: Kisah Sukses Tambak Tradisional Menembus Pasar Global, Berkat Kearifan Lokal dan...

Anggana: Kisah Sukses Tambak Tradisional Menembus Pasar Global, Berkat Kearifan Lokal dan Dukungan Pemerintah

267
SHARE
Ilustrasi Pembudidaya Udang.

sultanews.com, Kukar – Di tengah pesisir Kutai Kartanegara, Kecamatan Anggana muncul sebagai primadona budidaya udang yang mendunia. Lebih dari sekadar angka ekspor yang tinggi, Anggana adalah bukti nyata bahwa kearifan lokal yang dipadukan dengan praktik berkelanjutan mampu menghasilkan komoditas berkualitas tinggi yang mampu menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, dengan bangga mengungkapkan bahwa Anggana bukan hanya pionir ekspor udang nasional, tetapi juga contoh bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan.

“Tambak-tambak tradisional di Anggana adalah warisan nenek moyang yang terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Penggunaan metode alami seperti kincir air dan pakan organik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan udang yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi.

Keberhasilan Anggana tidak lepas dari dukungan penuh Pemkab Kukar. Dalam dua tahun terakhir, bantuan benur yang mencapai 254 juta ekor menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberdayakan pembudidaya. Namun, dukungan tidak hanya berhenti pada pemberian bibit. Program pelatihan, pendampingan teknis, dan akses pasar juga disediakan untuk memastikan pembudidaya dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi.

“Kami ingin pembudidaya di Anggana tidak hanya menjadi pekerja tambak, tetapi juga pengusaha udang yang mandiri dan berdaya saing,” jelas Muslik.

Upaya ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Kini, banyak pembudidaya di Anggana yang mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, bahkan menjadi penyedia benih dan pakan bagi daerah lain.

Dampak positif dari kemajuan budidaya udang di Anggana tidak hanya dirasakan oleh para pembudidaya. Perekonomian lokal pun ikut terangkat, dengan munculnya berbagai usaha pendukung seperti pengolahan hasil tangkapan, transportasi, dan jasa lainnya. Kesejahteraan masyarakat meningkat, kualitas hidup pun membaik. Anak-anak muda yang dulu merantau kini kembali ke kampung halaman, melihat peluang yang terbuka lebar di sektor perikanan.

Anggana kini menjelma menjadi simbol transformasi. Dari desa nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan laut, menjadi pusat budidaya udang modern yang berorientasi ekspor. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, inovasi, dan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, masyarakat, dan kearifan lokal. Anggana membuktikan bahwa potensi lokal yang dikelola dengan baik dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas.

(ADV/DKP KUKAR)