Advertorial Revitalisasi Budidaya Ikan Betutu: Harapan Baru untuk Ekspor Kukar ke Singapura

Revitalisasi Budidaya Ikan Betutu: Harapan Baru untuk Ekspor Kukar ke Singapura

374
SHARE
Ilustrasi ikan betutu.

sultanews.com, Kukar – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar tengah berupaya mengatasi tantangan dalam ekspor ikan Betutu yang terkenal, khususnya ke Singapura. Fadli, Sekretaris DKP, menyampaikan bahwa penurunan volume ekspor disebabkan oleh beberapa faktor kritis yang perlu segera diatasi.

“Dulu, ikan Betutu dapat dijual dengan harga mencapai 130 ribu per kilogram. Namun, saat ini kami menghadapi penurunan produksi akibat berkurangnya pasokan bibit ikan di alam dan lamanya waktu pemeliharaan,” ungkap Fadli.

Ia menjelaskan bahwa proses pemeliharaan ikan Betutu bisa memakan waktu hingga satu tahun, menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya. “Kami perlu mencari solusi agar ketersediaan bibit meningkat dan pemeliharaan menjadi lebih efisien,” katanya.

Sebagai respons terhadap situasi ini, DKP Kukar berkomitmen untuk mendukung para pembudidaya dengan memberikan pelatihan dan bantuan teknis. “Kami ingin memastikan bahwa para pembudidaya mampu memproduksi ikan Betutu secara optimal,” tambahnya.

Fadli juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pembudidaya, dan akademisi untuk melakukan riset dan pengembangan. “Dengan sinergi yang baik, kami yakin bisa menemukan solusi yang efektif untuk tantangan ini,” ungkapnya.

Sebagai langkah revitalisasi, DKP Kukar berencana meningkatkan akses terhadap bibit berkualitas dan menerapkan teknik budidaya yang lebih modern. “Kami berharap langkah-langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi pembudidaya, sehingga ikan Betutu dapat kembali bersaing di pasar internasional,” jelas Fadli.

Dengan upaya-upaya tersebut, Fadli optimis bahwa sektor budidaya ikan Betutu di Kukar akan pulih dan mampu memenuhi permintaan ekspor ke Singapura, sekaligus mendukung peningkatan perekonomian lokal.

(ADV/DKP KUKAR)