Advertorial DPRD Balikpapan Desak Penertiban Trek-trekan dan Perang Sarung, Imbau Warga Berperan Aktif

DPRD Balikpapan Desak Penertiban Trek-trekan dan Perang Sarung, Imbau Warga Berperan Aktif

155
SHARE
Anggota DPRD Balikpapan, Ari Sanda.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Menjelang Ramadan, DPRD Kota Balikpapan meminta aparat keamanan dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap aksi trek-trekan dan perang sarung yang kerap terjadi di berbagai wilayah kota. Anggota DPRD Balikpapan, Ari Sanda, menegaskan bahwa kebiasaan negatif ini harus segera ditindak agar tidak berkembang menjadi aksi kekerasan yang lebih serius.

“Trek-trekan di jalan raya dan perang sarung bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan nyawa. Kami mendesak pihak kepolisian serta dinas terkait untuk segera melakukan langkah preventif sebelum hal ini semakin marak selama Ramadan,” ujar Ari Sanda, Senin (3/3/2025).

Aksi trek-trekan biasanya dilakukan pada malam hingga dini hari, ketika jalanan lebih sepi. Hal ini membuat para remaja merasa bebas melakukan aksi balap liar tanpa mempertimbangkan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Di sisi lain, perang sarung yang awalnya dianggap sebagai permainan, kini telah berubah menjadi ajang perkelahian antar kelompok remaja. Beberapa insiden menunjukkan bahwa permainan ini mulai menggunakan batu, kayu, hingga senjata tajam, sehingga berpotensi menimbulkan korban luka atau bahkan konflik berkepanjangan.

“Kami meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan mereka masing-masing. Jika melihat indikasi adanya trek-trekan atau perang sarung, segera laporkan ke pihak berwajib agar bisa segera dicegah,” tambahnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, DPRD Balikpapan mendorong pembentukan pos keamanan keliling di beberapa titik rawan. Selain itu, pihak sekolah juga diharapkan ikut serta dalam memberikan edukasi kepada para siswa tentang bahaya dan konsekuensi dari aktivitas tersebut.

“Sekolah bisa mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada siswa. Jika anak-anak ini diberikan kesadaran sejak awal, saya yakin mereka bisa lebih menghindari kegiatan yang membahayakan,” jelasnya.

Ari Sanda juga meminta agar para remaja mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang lebih produktif, seperti mengikuti kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, atau pengembangan bakat di bidang olahraga dan seni.

“Kita ingin Ramadan menjadi momen untuk meningkatkan kualitas diri, bukan justru digunakan untuk hal-hal negatif. Semua pihak harus bekerja sama dalam menjaga ketertiban dan keselamatan selama bulan suci ini,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, sekolah, dan masyarakat, diharapkan Ramadan kali ini bisa menjadi momen yang lebih tenang dan penuh keberkahan bagi seluruh warga Balikpapan. (*/ADV/DPRD Balikpapan)