Advertorial Komisi IV DPRD Balikpapan Fokus Pemerataan Pendidikan dan Solusi Kekurangan Guru

Komisi IV DPRD Balikpapan Fokus Pemerataan Pendidikan dan Solusi Kekurangan Guru

113
SHARE
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Ryan Indra Saputra.

Sultanews, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus membenahi sektor pendidikan, namun Komisi IV DPRD setempat menilai masih ada pekerjaan rumah besar yang perlu diselesaikan, yakni soal pemerataan akses pendidikan dan pemenuhan tenaga pendidik. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV, Ryan Indra Saputra, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (2/6/2025).

Menurut Ryan, sistem baru yang diterapkan dalam proses penerimaan murid, yaitu Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), menawarkan kemajuan dalam hal distribusi siswa, karena mencakup berbagai jalur seleksi seperti prestasi, afirmasi, dan domisili.

“Kalau dari segi regulasi, mungkin lebih menguntungkan dengan adanya sistem SPMB ini karena turut mendorong pemerataan. Termasuk sekolah-sekolah swasta yang kini juga mendapatkan subsidi dari pemerintah kota,” ujar Ryan.

Ia juga mendorong agar pemerintah memperlakukan siswa di sekolah swasta secara setara dengan siswa di sekolah negeri. Baginya, semua siswa berhak mendapatkan dukungan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.

“Jangan hanya terfokus pada sekolah negeri saja. Pemerataan harus terjadi, dan siswa di sekolah swasta juga harus diperlakukan sama,” tandasnya.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi kota ini, menurut Ryan, bukan hanya soal penerimaan siswa, tetapi ketersediaan guru. Meski pembangunan fisik sekolah berlangsung cepat, jumlah guru belum mencukupi untuk mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

“Kita memang tengah mendorong dan berkoordinasi dengan provinsi serta pihak terkait karena saat ini Balikpapan sedang banyak membangun sekolah baru, tapi kekurangan tenaga pendidik,” ujarnya.

Ryan khawatir, jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan menimbulkan ketimpangan kualitas pendidikan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.

“Jangan sampai kita bangun sekolah terus, tapi ruang belajarnya tidak terpakai karena kekurangan guru,” ujarnya lagi.

Ia berharap sinergi antara Pemkot, pemerintah provinsi, dan pusat dapat mempercepat solusi bagi tantangan pendidikan di Balikpapan. (ADV/DPRD Balikpapan)