Advertorial DPRD Balikpapan Dorong Penataan Profesional Pantai Manggar, Pastikan Tidak Ada Pemaksaan Tarif

DPRD Balikpapan Dorong Penataan Profesional Pantai Manggar, Pastikan Tidak Ada Pemaksaan Tarif

130
SHARE

Sultanews.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) terus berupaya menata kawasan Pantai Manggar Segarasari agar lebih tertib dan berdaya saing sebagai destinasi unggulan. Penataan ini juga menjawab keluhan masyarakat yang belakangan marak di media sosial, mulai dari biaya sewa terpal hingga ketersediaan fasilitas umum.

Rapat koordinasi lintas sektor digelar di Aula Lamin Etam, Pantai Manggar, Kamis (3/7/2025). Pertemuan tersebut dihadiri unsur DPRD, pemerintah kota, aparat keamanan, tenaga ahli, serta para pedagang dan pengelola usaha di kawasan wisata tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa pengelolaan Pantai Manggar harus dilakukan secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kepentingan pengunjung dan pelaku usaha lokal. “Kami ingin penataan yang adil dan seimbang, sehingga semua pihak diuntungkan tanpa menurunkan kualitas destinasi wisata,” ujarnya.

Menanggapi polemik tarif sewa terpal, Adi menjelaskan bahwa hal tersebut bersifat sukarela dan bukan pungutan liar, selama dilakukan transparan dan sesuai permintaan pengunjung. “Biaya Rp200 ribu itu sebenarnya untuk empat unit terpal, jadi sekitar Rp50 ribu per unit. Yang terpenting, tidak boleh ada pemaksaan. Jika pengunjung membawa alas sendiri, tidak boleh dikenakan biaya,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti pengelolaan toilet umum. Saat ini terdapat perpaduan antara toilet gratis yang dikelola UPTD dan toilet berbayar oleh pedagang. Menurut Adi, hal ini akan dipetakan kembali agar keberadaannya tidak tumpang tindih dan tetap memperhatikan keindahan kawasan pantai.

Komisi II DPRD juga menekankan perlunya peningkatan fasilitas dasar, mulai dari akses air bersih, tempat ibadah, hingga area penunjang lain demi kenyamanan wisatawan. Evaluasi bersama Satpol PP juga akan dilakukan untuk menertibkan pengelolaan secara menyeluruh.

“Pantai Manggar adalah ikon wisata Balikpapan. Kita harus menata kawasan ini lebih baik agar bisa menjadi kebanggaan kota dan provinsi,” pungkas Adi.

(Adv DPRD Balikpapan)