Advertorial Bozem Korpri Blok 2 Terlupakan, Dewan Desak Pemkot Segera Lakukan Penanganan

Bozem Korpri Blok 2 Terlupakan, Dewan Desak Pemkot Segera Lakukan Penanganan

108
SHARE
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah.

Sultanews.com, BALIKPAPAN — Setiap kali awan gelap menggantung di langit Balikpapan Selatan, kegelisahan menyelimuti warga RT 5 Kelurahan Sepinggan Baru. Bukan karena takut petir, tapi karena satu wadah besar di tengah permukiman mereka yakni Waduk Korpri Blok 2 kini berubah menjadi ancaman yang diam-diam mengintai.

Bozem yang seharusnya menampung limpasan air hujan itu kini dipenuhi endapan sedimen, membuat aliran air tersumbat. Di tepiannya, rumput liar tumbuh tinggi, sementara genangan kecil tak kunjung surut.

“Kalau hujan deras, air cepat naik. Kami khawatir, nanti malah jadi sumber banjir,” keluh salah satu warga setempat, yang enggan disebut namanya, saat ditemui di sekitar lokasi.

Kondisi makin memprihatinkan karena area waduk kini gelap gulita di malam hari. Lampu penerangan yang sempat dipasang pada awal 2024, hanya bertahan dua malam sebelum padam total hingga kini.

Gelapnya waduk membuat warga enggan melintas di malam hari. Tak hanya takut banjir, tapi juga khawatir akan keselamatan.

“Selain air dangkal, malam-malam juga gelap. Kalau ada orang jatuh atau kepleset, siapa yang tahu?” ujar warga lainnya.

Keresahan warga akhirnya sampai ke telinga Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah. Ia mengaku telah menerima laporan warga yang juga disertai surat resmi ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dua bulan lalu. Sayangnya, belum ada tindakan nyata di lapangan.

“Karena ada masukan dari warga terkait endapan sedimen, kami minta OPD terkait segera melakukan eksekusi pengerukan guna mengantisipasi banjir,” tegas Laisa, Senin (21/7/2025).

Menurutnya, perhatian terhadap Bozem Korpri tidak boleh setengah hati. Selain pengerukan, fasilitas pendukung seperti lampu penerangan juga harus diperbaiki.

“Harapan kami, DPU bisa segera membantu pengerukan dan Dishub menangani penerangan. Tapi masyarakat juga perlu ikut menjaga, jangan hanya mengandalkan petugas,” imbuhnya.

Komisi III DPRD memastikan akan menindaklanjuti keluhan warga kepada instansi terkait agar segera ada langkah konkret.

“Yang penting ada laporan warga, nanti akan kami teruskan agar segera ada tindakan,” ujar Laisa.

Bagi warga Sepinggan Baru, harapan sederhana mereka tetap sama: waduk yang bersih, aman, dan berfungsi sebagaimana mestinya — bukan sekadar cekungan air yang menunggu datangnya bencana.

Bozem Korpri seharusnya menjadi pelindung, bukan pemicu kecemasan. Namun tanpa perhatian serius, ia bisa berubah menjadi titik lemah di tengah derasnya pembangunan kota.

Kini, warga hanya bisa berharap kata “tindakan segera” yang dijanjikan tak lagi berhenti di meja rapat, tapi benar-benar sampai di tepian waduk sebelum air kembali naik dan kekhawatiran berubah menjadi kenyataan. (ADV/DPRD Balikpapan)