Advertorial DPRD Balikpapan Terima Kunjungan DPRD Samarinda, Bahas Tata Kerja hingga Transportasi Gratis

DPRD Balikpapan Terima Kunjungan DPRD Samarinda, Bahas Tata Kerja hingga Transportasi Gratis

211
SHARE

Sultanews.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menerima kunjungan kerja dari DPRD Kota Samarinda yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Samarinda, Rusdi, Senin (4/8/2025). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dengan fokus pembahasan mengenai mekanisme kerja legislatif serta program transportasi gratis yang telah berjalan di Balikpapan.

Dalam kesempatan itu, Rusdi menekankan bahwa DPRD Samarinda sangat menjunjung tinggi mekanisme formal dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Menurutnya, setiap agenda kerja DPRD tidak bisa serta-merta dilakukan tanpa melewati tahapan rapat resmi.

“Setiap kegiatan itu tidak bisa langsung dilaksanakan begitu saja. Di Samarinda, semua kegiatan harus melalui rapat konsultasi pimpinan dan rapat BAMUS (Badan Musyawarah). Jadi semua tindakan atau agenda DPRD selalu diawali dengan pembahasan di BAMUS,” jelas Rusdi.

Ia menilai, mekanisme tersebut juga ternyata sejalan dengan tata tertib yang diberlakukan di DPRD Balikpapan. “Ternyata pada prinsipnya tata tertib dan alur kegiatan kita ini sama. Baik di Samarinda maupun di Balikpapan, semua bermuara pada BAMUS sebelum kegiatan dijalankan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menyampaikan bahwa selain membicarakan tata kerja legislatif, kunjungan DPRD Samarinda juga menyoroti program transportasi gratis yang telah berjalan di Balikpapan. Program ini dinilai cukup berhasil dan menjadi perhatian serius bagi DPRD Samarinda untuk dapat diadopsi di Kota Tepian.

“Di Balikpapan, kami sudah hampir dua tahun menjalankan program bus gratis. Teman-teman dari DPRD Samarinda ingin mengetahui lebih jauh tentang sistem dan pendanaan program ini, karena mereka juga ingin menerapkannya di Samarinda,” ungkap Yono.

Meski begitu, Yono juga tidak menutup mata terkait tantangan besar yang harus dihadapi, terutama dari sisi anggaran. Ia mencontohkan, untuk membangun dan mengoperasikan satu titik shelter transportasi saja, Pemerintah Kota Balikpapan membutuhkan biaya sekitar Rp18 hingga Rp20 miliar setiap tahunnya.

“Kami sampaikan bahwa memang di awal pelaksanaan, tantangannya cukup besar, baik dari segi anggaran maupun operasional. Tapi seiring waktu, program ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Yono menambahkan, program transportasi gratis yang dilaksanakan di Balikpapan tidak hanya meringankan beban biaya transportasi warga, tetapi juga berperan dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di kota. Dengan adanya transportasi umum yang nyaman dan terjangkau, masyarakat didorong untuk lebih memilih angkutan massal daripada kendaraan pribadi.

Kunjungan DPRD Samarinda ke Balikpapan ini pun menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak dalam mempererat hubungan kelembagaan antar-DPRD di Kalimantan Timur. Selain sebagai ajang bertukar pengalaman, pertemuan ini diharapkan mampu memunculkan inovasi baru dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Sinergi antar-DPRD di Kaltim sangat penting agar kita bisa sama-sama memperkuat peran legislatif dalam pembangunan daerah. Harapannya, hasil kunjungan ini bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat baik di Balikpapan maupun Samarinda,” pungkas Yono.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus membuka ruang komunikasi, terutama terkait program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pembangunan di Kaltim dapat berjalan lebih selaras dan saling mendukung antar-kota.

(ADV/DPRD Balikpapan)