Advertorial Raih Predikat KLA Utama, Iim Berharap Perlindungan Anak Makin Maksimal

Raih Predikat KLA Utama, Iim Berharap Perlindungan Anak Makin Maksimal

165
SHARE
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj. Iim.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Tepuk tangan dan senyum bangga sempat menggema dari Jakarta. Kota Balikpapan kembali mengukir prestasi nasional dengan meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.

Namun di balik euforia itu, ada suara tenang namun tegas dari Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj. Iim, yang mengingatkan bahwa hal tersebut belum selesai.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebab, di tengah gemerlap kota dan megahnya penghargaan, masih ada anak-anak yang berdiri di lampu merah, menjajakan tisu dan minuman saat teman sebayanya duduk di bangku sekolah.

“Anak-anak yang berjualan di jalan itu tidak hilang karena razia. Mereka hanya berpindah tempat. Artinya, cara kita belum menyentuh akar masalah,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Bagi Hj. Iim, Kota Layak Anak bukan soal plakat dan seremoni, tapi soal komitmen menjaga masa depan anak-anak Balikpapan — memastikan mereka tumbuh sehat, berpendidikan, dan bahagia.

“Jika anak-anak kita sehat dan mendapat kasih sayang, mereka akan tumbuh menjadi generasi berprestasi. Itulah makna sejati dari Kota Layak Anak,” katanya.

Ia menyebut sejumlah tantangan masih membayangi: stunting, anak putus sekolah, hingga pekerja anak. Semua itu, katanya, saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar bisa tertangani secara menyeluruh.

Dalam pandangannya, predikat KLA harus dirasakan nyata — dari taman bermain yang aman, sekolah inklusif, hingga lingkungan yang melindungi anak dari kekerasan dan eksploitasi.

“KLA seharusnya tidak berhenti di ruang rapat atau laporan capaian. Ia harus hadir di kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Hj. Iim mengajak semua pihak pemerintah, DPRD, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk bergerak bersama menjaga hak-hak anak. Karena ukuran keberhasilan sebuah kota, katanya, bukan hanya pada predikatnya, tetapi pada jumlah senyum anak-anak yang berhasil dijaga.

“Predikat KLA Utama adalah kebanggaan, tapi kebahagiaan anak-anak Balikpapan adalah kemenangan sejati,” tuturnya.

Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Hj. Iim optimistis Balikpapan dapat melangkah menuju KLA kategori Paripurna. Namun ia menekankan, capaian itu hanya bisa diraih jika kebijakan benar-benar berpihak pada anak, bukan hanya tertulis di atas kertas.

“Penghargaan ini harus jadi cambuk dan inspirasi, bukan sekadar gelar di dinding. Anak-anak hari ini adalah cermin masa depan Balikpapan. Kalau mereka tumbuh bahagia, berarti kota ini berhasil,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)