Advertorial DPRD Balikpapan Dorong Penguatan Industri Olahan Hasil Laut untuk Pasar Ekspor

DPRD Balikpapan Dorong Penguatan Industri Olahan Hasil Laut untuk Pasar Ekspor

196
SHARE
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Potensi sektor kelautan Balikpapan kembali menjadi sorotan setelah Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menilai bahwa industri pengolahan hasil laut dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, produk turunan dari perikanan memiliki peluang besar tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di kancah internasional.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (12/8/2025), Fauzi menjelaskan bahwa komoditas laut Balikpapan mulai dari ikan, udang, kepiting, hingga lobster merupakan modal penting bagi pengembangan industri bernilai tambah tinggi. Produk seperti ikan asap, abon, kerupuk ikan, hingga makanan laut kemasan dinilai memiliki kualitas dan cita rasa yang sesuai dengan permintaan pasar global.

“Balikpapan punya hasil laut segar dengan kualitas premium. Ditambah kreativitas pelaku usaha dalam mengolah produk, ini menjadi modal kuat untuk menembus pasar internasional. Produk kita tahan lama, mudah dipasarkan, dan sangat diminati konsumen,” jelasnya.

Fauzi menekankan, agar potensi besar itu bisa dimaksimalkan, perlu dukungan nyata dari pemerintah daerah. Ia mendorong Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menyediakan fasilitas penunjang yang lengkap, mulai dari peralatan produksi modern, pendampingan sertifikasi keamanan pangan, hingga pelatihan peningkatan kualitas produk. Selain itu, ia juga menyebut pemasaran digital sebagai strategi yang tak bisa diabaikan di era persaingan global.

Lebih jauh, ia menyoroti kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang membuka layanan ekspor langsung (direct call) melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan. Menurutnya, kebijakan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha olahan hasil laut di Balikpapan.

“Adanya direct call membuat pelaku usaha kita tidak perlu lagi bergantung pada pelabuhan di daerah lain seperti Surabaya atau Makassar. Biaya logistik berkurang, waktu pengiriman lebih cepat, dan daya saing harga produk jadi lebih tinggi. Ini benar-benar menguntungkan pelaku UMKM maupun industri olahan kita,” tegas Fauzi.

Selain memanfaatkan infrastruktur tersebut, Fauzi mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan konsistensi produk. Pasar global, menurutnya, semakin menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan dan keamanan pangan. Oleh karena itu, Balikpapan harus mampu menyesuaikan diri dengan standar internasional agar tidak tertinggal.

“Kalau kita konsisten menjaga kualitas dan memenuhi tren sustainability, produk olahan hasil laut kita bisa menjadi kebanggaan kota. Selain meningkatkan pendapatan daerah, ini juga membuka banyak lapangan kerja baru,” tambahnya.

Fauzi optimistis, dengan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, sektor ini bisa menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Balikpapan. Ia menyebut, keberhasilan industri olahan hasil laut tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memberi nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat pesisir.

“Ke depan, industri olahan hasil laut Balikpapan bukan sekadar peluang bisnis, tetapi juga jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengharumkan nama daerah di level internasional,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)