Advertorial DPRD Balikpapan Terima Kunker DPRD Sinjai, Bahas Pengelolaan Anggaran dan Strategi PAD

DPRD Balikpapan Terima Kunker DPRD Sinjai, Bahas Pengelolaan Anggaran dan Strategi PAD

226
SHARE
DPRD Kota Balikpapan menerima kunjungan kerja (kunker) dari DPRD Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (12/8/2025).

Sultanews.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menerima kunjungan kerja (kunker) dari DPRD Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (12/8/2025). Pertemuan ini menjadi wadah diskusi untuk berbagi strategi regulasi, pengelolaan keuangan, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran rombongan DPRD Sinjai. Ia menilai pertemuan ini bukan hanya sekadar kunjungan seremonial, tetapi menjadi ajang tukar pengalaman yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Kami berterima kasih banyak kepada DPRD Kabupaten Sinjai yang telah berkunjung ke Balikpapan. Mereka membawa banyak pengalaman terkait pembahasan anggaran di daerahnya. Tentu ini menjadi kesempatan bagi kami untuk saling sharing dan memperkaya perspektif dalam menyusun kebijakan,” ujar Yusri.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Jusman, menjelaskan bahwa maksud kedatangan pihaknya adalah untuk mempelajari strategi Kota Balikpapan dalam mengelola regulasi dan mengeksekusi anggaran, terutama dalam peningkatan PAD.

Menurutnya, Kabupaten Sinjai hingga kini masih menghadapi keterbatasan dalam mengandalkan PAD. Dengan total APBD sekitar Rp1 triliun, hanya sekitar Rp100 miliar yang berasal dari PAD, sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih sangat besar.

“Sekitar 75 persen APBD kami terserap untuk belanja pegawai. Alokasi untuk infrastruktur hanya sekitar 30 persen. Karena itu kami ingin belajar bagaimana Balikpapan bisa menata anggaran sehingga pembangunan berjalan optimal dan PAD bisa terus meningkat,” terangnya.

Ia juga menyoroti tingkat kemandirian ekonomi daerahnya yang baru mencapai 10 persen. Menurut Andi, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama PAD Sinjai, disusul pariwisata yang mulai berkembang, salah satunya obyek wisata Tongke-Tongke. Obyek tersebut sebelumnya dikelola melalui program CSR Bank Indonesia dan kini telah diambil alih Pemkab Sinjai sebagai aset daerah.

Meski begitu, ia mengakui sektor kelautan di Sinjai masih perlu banyak pengembangan. Dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Bulukumba yang memiliki potensi lebih besar, Sinjai masih terbatas pada pelelangan ikan sebagai sumber pemasukan.

“Potensi laut kami memang ada, tapi belum maksimal. Saat ini masih sebatas pelelangan ikan, belum sampai pada industri pengolahan. Itu sebabnya kami ingin mencari inspirasi dari Balikpapan bagaimana mendorong sektor unggulan untuk meningkatkan PAD,” tambahnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sinjai. Mereka turut mendiskusikan strategi teknis dalam mencapai target PAD, mulai dari optimalisasi sektor riil hingga efektivitas pengelolaan dana transfer.

DPRD Balikpapan menyambut baik diskusi ini dengan harapan kedua pihak dapat saling mengisi pengalaman. Bagi Balikpapan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan memperlihatkan strategi pengelolaan keuangan daerah yang lebih efisien, sekaligus membuka ruang kolaborasi antar daerah.

Dengan adanya pertukaran gagasan semacam ini, DPRD Balikpapan berharap bisa terus mendorong pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, baik di Balikpapan maupun di Sinjai.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai tata kelola keuangan daerah. Harapannya, hasil pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antardaerah dalam mengatasi tantangan fiskal yang hampir serupa.

(ADV/DPRD Balikpapan)