Advertorial DPRD Balikpapan Dorong Sosialisasi Hidup Sehat di Sekolah untuk Cegah PTM

DPRD Balikpapan Dorong Sosialisasi Hidup Sehat di Sekolah untuk Cegah PTM

252
SHARE
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sufyan Jufri.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sufyan Jufri, menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM) yang kini mulai ditemukan pada anak-anak, seperti diabetes dan hipertensi. Data terakhir menunjukkan tren peningkatan penyakit ini pada generasi muda, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat.

“Kasus anak-anak yang sudah mengalami diabetes atau hipertensi cukup memprihatinkan. Padahal, biasanya penyakit ini muncul di usia dewasa. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk mengambil langkah pencegahan sejak dini,” ujar Sufyan, Selasa (26/8/2025).

Sufyan menekankan perlunya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi langsung ke sekolah-sekolah. Program ini diharapkan dapat menanamkan pola hidup sehat sejak usia dini melalui kegiatan rutin maupun ekstrakurikuler.

“Kegiatan di sekolah sangat strategis untuk membentuk kebiasaan sehat anak-anak. Hal sederhana seperti menjaga pola makan, membatasi konsumsi makanan cepat saji, rutin berolahraga, dan mengurangi minuman manis perlu dikenalkan sejak awal,” jelasnya.

Politisi DPRD ini menambahkan bahwa upaya pencegahan PTM tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara orang tua, pihak sekolah, dan pemerintah menjadi kunci agar program kesehatan lebih efektif. Orang tua diharapkan mengawasi asupan makanan anak di rumah, sedangkan sekolah dapat menjadi tempat edukasi yang kondusif.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting. Dengan begitu, pesan hidup sehat dapat tersampaikan secara berkelanjutan, dan anak-anak tumbuh dengan pola hidup yang lebih sehat,” lanjut Sufyan.

Selain edukasi, Sufyan juga mendorong penerapan program deteksi dini di sekolah, misalnya pemeriksaan rutin gula darah dan tekanan darah, agar potensi PTM dapat dikenali lebih awal. Langkah ini diyakini akan membantu guru dan orang tua dalam memantau kesehatan siswa secara lebih sistematis.

“Pencegahan sejak dini akan jauh lebih efektif daripada pengobatan di kemudian hari. Anak-anak yang sehat berarti investasi jangka panjang bagi masa depan Balikpapan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan dukungan DPRD terhadap program-program pemerintah yang fokus pada kesehatan anak, termasuk kegiatan olahraga, kampanye gizi seimbang, dan penguatan literasi kesehatan. Sufyan berharap pemerintah kota terus memprioritaskan anggaran dan sumber daya untuk pendidikan dan kesehatan anak, agar generasi muda Balikpapan tumbuh kuat dan produktif.

“Dengan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, kita dapat menekan angka PTM di kalangan anak-anak dan membangun generasi masa depan yang lebih sehat,” pungkasnya.

(ADV/DPRD Balikpapan)