MAHAKAM ULU, Sultanews – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan komitmen kuat terhadap percepatan transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati Mahulu, Kamis (27/11/2025).
Dalam sambutan Bupati Mahulu yang dibacakan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Josman S. IP, ditegaskan bahwa percepatan elektronifikasi transaksi merupakan langkah penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien. Transformasi digital ini juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“HLM ETPD merupakan forum strategis bagi seluruh unsur TP2DD untuk menyusun arah kebijakan dan rencana aksi terukur dalam mendorong digitalisasi Kabupaten Mahakam Ulu,” ujarnya.
Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada penyusunan Roadmap ETPD Kabupaten Mahakam Ulu tahun 2026–2030 sebagai panduan pembangunan ekosistem digital lima tahun ke depan. Dokumen tersebut harus berbasis data riil, selaras dengan RPJMD 2025–2029, serta menjadi salah satu indikator penilaian MCP oleh KPK RI.
Kabid Penagihan dan Pengelolaan PBB, BPHTB dan Perimbangan Bapenda Mahulu, Nancy Carolina Mayangsari, S.E., M.E., turut memaparkan perjalanan TP2DD Mahulu sejak terbentuk pada 2021. Ia menyebutkan bahwa sejumlah tugas strategis telah dilaksanakan, mulai dari penyusunan roadmap sebelumnya, pelaporan indeks ETPD per semester, hingga mendorong transaksi non-tunai pada penerimaan pajak daerah dan implementasi KKPD.
Nancy juga menekankan bahwa Mahulu sebagai daerah yang masih muda menghadapi kendala infrastruktur dan kesiapan digital, sehingga beberapa aspek evaluasi nasional masih berada di kategori merah. Meski begitu, ia menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari adaptasi menuju ekosistem digital yang lebih matang.
Ia memaparkan tujuh strategi utama ETPD 2026–2030, mulai dari penguatan kanal transaksi non-tunai, infrastruktur jaringan, literasi digital, hingga penyusunan kebijakan insentif daerah.
Menutup kegiatan, Nancy mengajak seluruh unsur TP2DD memperkuat sinergi demi mewujudkan digitalisasi keuangan daerah yang berdampak langsung pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat.
(Adv/Mahakam Ulu)





