Advertorial Mahulu Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Pelatihan Paving Block Berbahan Sampah Plastik

Mahulu Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Pelatihan Paving Block Berbahan Sampah Plastik

149
SHARE
Foto Ist* Prokom

MAHAKAM ULU, Sultanews – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menunjukkan komitmen dalam memperkuat pengelolaan lingkungan melalui langkah yang lebih inovatif dan produktif. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah menggelar pelatihan pembuatan paving block berbahan sampah plastik, sebagai strategi untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan Umum Ujoh Bilang dan dibuka secara resmi oleh Asisten I Setkab Mahulu, drg. Agustinus Teguh Santoso, pada Selasa (2/12/2025).

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya sebatas pengurangan sampah, tetapi juga dapat menghasilkan manfaat ekonomis jika dikelola dengan kreativitas dan teknologi sederhana. Kepala DLH Mahulu, Solman, menyampaikan bahwa program tersebut dirancang untuk membangun kesadaran baru dalam memandang sampah sebagai sumber daya.

“Peserta diharapkan mampu menerapkan keterampilan ini agar sampah dapat menjadi produk yang memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Sebanyak 65 peserta dari berbagai kelompok masyarakat, PKK, pemerhati lingkungan, hingga pelajar dari kampung-kampung di Kecamatan Long Bagun mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapat pendampingan langsung dari narasumber Bank Sampah Mandiri Suka Maju Tenggarong, Yayuk Sehati dan Roni, yang memberikan materi teori serta praktik membuat paving block dari sampah plastik.

DLH Mahulu menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun pondasi ekonomi sirkular di Mahakam Ulu. Selain bertujuan mengurangi beban sampah, program ini juga diarahkan agar dapat mendorong lahirnya unit usaha baru berbasis pengolahan limbah.

Pemerintah memastikan pelatihan serupa akan digelar di kecamatan lainnya, seperti Long Apari, Long Pahangai, Long Melaham, dan Long Hubung, sehingga seluruh masyarakat mendapat kesempatan yang sama dalam mengembangkan keterampilan dan berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan.

Pemkab Mahulu berharap inisiatif ini mampu menciptakan desa-desa yang mandiri dalam pengelolaan sampah sekaligus memperluas peluang usaha ramah lingkungan di daerah.

(Adv/Mahakam Ulu)