Advertorial Pemkab Mahulu Dorong Lingkungan Publik Lebih Inklusif Lewat Sosialisasi SRA, RIRA, dan...

Pemkab Mahulu Dorong Lingkungan Publik Lebih Inklusif Lewat Sosialisasi SRA, RIRA, dan PRA

82
SHARE
(foto: diskominfostandimahulu/*IST)

MAHAKAM ULU, Sultanews – Upaya Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam memperkuat perlindungan anak kembali ditunjukkan melalui sosialisasi perdana Sekolah Ramah Anak (SRA), Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA), dan Puskesmas Ramah Anak (PRA). Kegiatan yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) ini berlangsung di Lantai 3 Kantor Bupati Mahakam Ulu, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memastikan tiga ruang utama aktivitas anak—sekolah, rumah ibadah, dan puskesmas—mampu memberikan perlindungan optimal, akses layanan yang layak, dan suasana aman bagi tumbuh kembang mereka. Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat drg. Agustinus Teguh Santoso, menekankan pentingnya membangun lingkungan publik yang lebih inklusif.

“Anak-anak adalah generasi penerus daerah. Mereka harus mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif di setiap tempat beraktivitas,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa keberhasilan program ramah anak sangat bergantung pada kolaborasi antarinstansi, lembaga agama, dan para pendidik. Tidak hanya menyediakan layanan, seluruh pihak berkewajiban memastikan perlindungan dan penghapusan potensi kekerasan dalam setiap aktivitas anak.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap standar layanan ramah anak semakin dipahami para pemangku kepentingan dan mampu diterapkan di seluruh wilayah Mahulu sebagai bagian dari penguatan Kabupaten Layak Anak.

Kepala Dinsos PPPA Mahulu, Honorata Yulita Usun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respon terhadap kebutuhan daerah dalam menciptakan ruang publik yang aman dan bebas diskriminasi. Sosialisasi juga berpedoman pada sejumlah regulasi nasional hingga daerah yang memperkuat kewajiban pemerintah dalam memenuhi hak anak.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber drg. Nova Paranoan, M.Kes., dengan total 65 peserta dari unsur OPD, organisasi masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga Forum Anak Kabupaten.

(Adv/Mahakam Ulu)