Advertorial DKP Kukar Dorong Muara Badak Sebagai Lumbung Perikanan Kukar

DKP Kukar Dorong Muara Badak Sebagai Lumbung Perikanan Kukar

186
SHARE
Kepala DKP Kukar, Muslik.

sultanews.com, Kukar – Muara Badak, sebuah kecamatan pesisir di Kabupaten Kutai Kartanegara, sedang bersiap untuk menjadi pusat industri perikanan baru di Kalimantan Timur. Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), menggelontorkan bantuan sarana dan prasarana senilai miliaran rupiah kepada para nelayan dan pembudidaya ikan setempat.

Bantuan tersebut tidak main-main, meliputi 15 juta ekor bibit udang yang diharapkan dapat menghasilkan panen berlimpah dalam waktu enam bulan ke depan. Selain itu, terdapat pula 5.000 liter pupuk cair probiotik untuk meningkatkan kualitas air tambak, 30 unit mesin ces untuk mempercepat proses pengolahan hasil tangkapan, serta 10 unit freezer untuk menjaga kesegaran ikan dan udang sebelum dipasarkan.

Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program strategis Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin untuk mengembangkan sektor perikanan di Kukar. “Muara Badak memiliki potensi besar untuk menjadi sentra perikanan terpadu, mulai dari budidaya, penangkapan, hingga pengolahan. Dengan bantuan ini, kami berharap produksi perikanan di Muara Badak dapat meningkat secara signifikan dan kesejahteraan masyarakat nelayan juga ikut terangkat,” papar Muslik.

Selain bantuan fisik, DKP Kukar juga memberikan perhatian khusus pada masalah yang sering dikeluhkan nelayan, yaitu sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Untuk mengatasi kendala ini, DKP Kukar telah menjalin kerjasama dengan Pertamina untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Muara Badak.

“Kami menyadari bahwa ketersediaan solar sangat krusial bagi operasional nelayan. Dengan adanya SPBN, mereka tidak perlu lagi pergi jauh untuk mendapatkan bahan bakar. Hal ini tentu akan sangat membantu meningkatkan produktivitas nelayan,” tambah Muslik.

Program pengembangan perikanan di Muara Badak ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan dan budidaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya pengolahan dan pemasaran yang lebih baik, produk-produk perikanan dari Muara Badak diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke ibu kota negara (IKN) Nusantara yang akan dibangun tidak jauh dari Kukar.

Muslik optimis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, nelayan, dan pembudidaya ikan, Muara Badak akan mampu mewujudkan visinya sebagai lumbung ikan baru di Kalimantan Timur. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Kami juga akan terus memantau dan memberikan pendampingan agar program ini berjalan sukses,” tutupnya.

(ADV/DKP KUKAR)