Advertorial Mamy food: Memadukan Cita Rasa Tradisional dengan Sentuhan Modern untuk Generasi Kekinian

Mamy food: Memadukan Cita Rasa Tradisional dengan Sentuhan Modern untuk Generasi Kekinian

272
SHARE
Mamy food

SULTANEWS.COM, Kukar – Di tengah maraknya tren kuliner modern dan fast food, Mamy.food hadir sebagai angin segar yang mengusung cita rasa tradisional Indonesia dengan kemasan yang kekinian. Dikelola oleh Dewi Qamara, Mamy.food menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal kembali kelezatan makanan Nusantara dengan cara yang lebih segar dan menarik.

Dewi Qamara memulai Mamy.food dengan tujuan sederhana namun ambisius: menghidupkan kembali ketertarikan anak muda terhadap makanan tradisional yang selama ini terpinggirkan oleh kuliner global.

“Makanan tradisional itu tidak hanya enak, tapi juga bisa tampil kekinian. Kami ingin menunjukkan bahwa nasi kuning atau nasi liwet bisa menjadi pilihan gaya hidup masa kini,” ungkap Dewi, pendiri Mamy.food.

Menu khas yang disajikan oleh Mamy.food seperti nasi kuning, nasi liwet, dan keropok mihun hadir dalam kemasan yang lebih praktis dan menarik.

“Kami merancang kemasan yang bisa dinikmati di mana saja, cocok untuk mereka yang ingin menikmati hidangan tradisional namun tetap dengan sentuhan modern dan Instagrammable,” jelas Dewi.

Kemasan praktis seperti tumpeng mini dan rice bowl membuat makanan tradisional ini tak hanya lezat tetapi juga cocok untuk segala acara, dari makan siang santai hingga hadiah personal.

Dewi sadar betul bahwa untuk menarik perhatian generasi muda, tidak hanya rasa yang penting, tetapi juga estetika.

“Kami tahu anak muda zaman sekarang suka yang visual. Jadi, kami kemas makanan tradisional ini dengan cara yang fun, mudah dibawa, dan pastinya keren di media sosial,” lanjutnya.

Selain memperkenalkan makanan tradisional dengan cara yang modern, Mamy.food juga menanamkan nilai sosial dalam setiap penjualannya. Melalui program sedekah online, Mamy.food memungkinkan pelanggan untuk memberikan donasi dengan minimal Rp 15.000.

“Kami ingin memberi dampak positif kepada masyarakat melalui bisnis ini. Jadi, selain makan enak, pelanggan juga bisa berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan,” tambah Dewi.

Program sedekah online ini mendapat sambutan hangat dari pelanggan yang merasa bahwa mereka tidak hanya mendapatkan hidangan lezat, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membantu sesama. Respon positif ini semakin memperkuat visi Mamy.food untuk tidak hanya sekadar berbisnis, tetapi juga memberikan manfaat lebih untuk masyarakat.

Dengan berbagai inovasi yang ditawarkan, Dewi Qamara berharap Mamy.food bisa menjadi pelopor dalam modernisasi makanan tradisional Indonesia.

“Makanan tradisional kita memiliki potensi luar biasa. Kami ingin membawanya ke pasar yang lebih luas, bahkan internasional,” harap Dewi.

Kini, Mamy.food dapat ditemukan di simpang Odah Etam setiap malam Minggu dan juga bisa dipesan melalui layanan online. Dengan mengusung konsep kuliner yang lezat, modern, dan berbasis nilai sosial, Mamy.food berharap dapat terus memperkenalkan dan melestarikan kekayaan kuliner tradisional Indonesia kepada generasi muda dan dunia.

“Kami percaya bahwa makanan tradisional Indonesia bisa bersaing dengan kuliner global dan menjadi ikon budaya dunia,” tutup Dewi penuh keyakinan.(ADV)