Advertorial Komisi II DPRD Balikpapan Ingin Hadirkan Wisata Edukasi untuk Anak dan Keluarga

Komisi II DPRD Balikpapan Ingin Hadirkan Wisata Edukasi untuk Anak dan Keluarga

241
SHARE
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Vera Yulianti.

Sultanews, BALIKPAPAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Vera Yulianti, mengusulkan pengembangan taman bermain edukatif yang bisa menjadi pilihan baru bagi masyarakat, khususnya keluarga dengan anak-anak. Menurutnya, konsep wisata edukasi belum tergarap maksimal di Balikpapan, padahal memiliki potensi besar sebagai destinasi ramah anak.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (3/6/2025), Vera menyebut bahwa selama ini Balikpapan lebih dikenal dengan wisata pantainya, namun belum menawarkan pengalaman bermain sambil belajar bagi anak-anak.

“Saat ini kan Balikpapan hanya punya tempat wisata pantai saja, seharusnya Dinas Pariwisata dapat membuat tempat wisata yang sekaligus memberikan edukasi bagi anak-anak, seperti yang ada di Malang,” ujar Vera.

Ia menilai bahwa wisata edukatif seperti yang ada di Batu, Malang, bisa dijadikan rujukan. Di sana, anak-anak bisa menikmati wahana bermain sekaligus belajar mengenai budaya Nusantara dalam bentuk visual dan interaktif.

“Di sana ada rumah-rumahan, patung-patung, bahkan wahana bermain air. Tapi tidak hanya bermain, anak-anak juga belajar tentang budaya. Sayangnya, konsep seperti itu belum ada di Balikpapan,” lanjutnya.

Menurut Vera, keberadaan taman edukatif bisa membantu mengurangi kecenderungan warga untuk liburan ke luar kota, sekaligus memperkuat potensi ekonomi dan pariwisata lokal.

“Kami berharap pemerintah kota bisa membuat gebrakan dengan menghadirkan wahana edukatif yang menarik, seperti taman bermain edukasi yang menggabungkan unsur budaya lokal dan pembelajaran interaktif,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa dengan dukungan berbagai pihak, baik legislatif, eksekutif, maupun investor lokal, Balikpapan bisa menghadirkan wahana serupa yang tak kalah dari daerah lain.

“Kita bisa mencontoh daerah-daerah lain. Bahkan di Bali sudah ada rencana membuat rumah adat sebagai sarana edukasi. Balikpapan juga bisa melakukan hal serupa dengan menggandeng berbagai pihak,” pungkas Vera.

(ADV/DPRD Balikpapan)