Advertorial DPRD Balikpapan Tekankan Solusi Permanen untuk Krisis Air Bersih

DPRD Balikpapan Tekankan Solusi Permanen untuk Krisis Air Bersih

207
SHARE
Ketua Komisi II DPRD, Fauzi Adi Firmansyah.

Sultanews.com, BALIKPAPAN – Persoalan krisis air bersih yang hingga kini masih dirasakan masyarakat Balikpapan kembali menjadi sorotan serius DPRD Kota Balikpapan. Ketua Komisi II DPRD, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya memberi dukungan, tetapi juga memastikan hadirnya solusi jangka panjang yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Menurut Fauzi, kolaborasi antara Pemerintah Kota Balikpapan dengan PT Arsari Tirta Perdana yang sudah mulai dijalankan merupakan langkah awal strategis untuk menjawab defisit air bersih. Namun, ia menekankan pentingnya pengawalan agar proyek ini benar-benar terealisasi sesuai harapan masyarakat.

“Kolaborasi ini adalah bagian dari solusi jangka panjang, bukan hanya tambal sulam. Kami di Komisi II akan terus mengawal dan memastikan proyek ini benar-benar berjalan sesuai harapan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/8/2025).

Fauzi menilai, permasalahan air bersih di Balikpapan tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan parsial. Dibutuhkan terobosan lebih luas, termasuk membuka pasokan air dari luar kota. Sejumlah opsi yang pernah dibahas, seperti pemanfaatan Sungai Mahakam dan Embung Aji Raden, dinilai layak untuk segera direalisasikan.

“Potensi dari luar kota ini harus segera direalisasikan. Kami harap 2026 proyek dari pemerintah pusat bisa mulai berjalan, karena kebutuhan air di Balikpapan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kawasan baru,” jelasnya.

Selain itu, Komisi II menyoroti persoalan infrastruktur distribusi yang kerap terabaikan. Menurut Fauzi, banyak jaringan pipa yang sudah berusia tua dan rawan kebocoran sehingga membuat suplai air tidak efisien.

“Jangan hanya bicara soal sumber air, tapi distribusinya juga harus efisien. Pipa lama harus diganti, supaya air tidak terbuang sebelum sampai ke rumah warga,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan sistem distribusi harus sejalan dengan upaya penambahan kapasitas sumber air. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat nyata dari program-program yang dijalankan pemerintah.

DPRD Balikpapan, kata Fauzi, siap mengawal kebijakan maupun penganggaran yang diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih. Ia menegaskan, isu air bersih tidak bisa hanya dipandang sebagai layanan publik biasa, melainkan juga bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup warga.

“Air bersih bukan hanya soal pelayanan, tapi soal kualitas hidup. Kami ingin Balikpapan benar-benar siap menghadapi masa depan sebagai kota strategis nasional,” pungkasnya.

Dengan kondisi Balikpapan yang terus berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), DPRD menilai ketersediaan air bersih akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing kota. Oleh karena itu, semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat, diminta bersinergi agar Balikpapan bisa segera keluar dari persoalan klasik ini.

(ADV/DPRD Balikpapan)