Advertorial BPBD Mahulu Perkuat Mitigasi dan Relawan Kampung Hadapi Ancaman Hidrometeorologi

BPBD Mahulu Perkuat Mitigasi dan Relawan Kampung Hadapi Ancaman Hidrometeorologi

133
SHARE
Kepala Pelaksana BPBD Mahulu, Agus Dermawan.

MAHAKAM ULU, Sultanews – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah pedalaman. Sejumlah peralatan seperti perahu polyethilene, tenda darurat, radio HT, dan pompa portable telah disiagakan sebagai bagian dari langkah antisipasi banjir yang kemungkinan muncul pada musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Mahulu, Agus Dermawan, mengakui bahwa kondisi geografis Mahakam Ulu yang berjauhan antarwilayah menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana. Namun, kata dia, kendala tersebut dapat ditekan melalui kerja sama erat dengan pemerintah kampung serta warga yang telah dibentuk sebagai relawan bencana.

“Kami juga bekerjasama dengan pemerintah kampung dan masyarakat yang ada di masing-masing kampung untuk menjadi relawan bencana,” ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa keberadaan relawan kampung menjadi solusi praktis untuk merespons cepat kejadian di lapangan, terutama banjir yang kerap terjadi di wilayah tepian sungai. Selain itu, pada bulan ini Balai Wilayah Sungai (BWS) juga telah memasang Early Warning System (EWS) serta alat pengukur tinggi permukaan air di beberapa kecamatan seperti Long Apari dan Long Pahangai sebagai bagian dari mitigasi awal.

“Semoga semuanya cepat beroperasi, agar kita lebih mudah untuk memantau kondisi terkini,” tutur Agus.

Upaya edukasi kepada masyarakat turut digencarkan. Dalam Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa (2/12/2025), BPBD menyampaikan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem, penyusunan dokumen penanggulangan bencana, serta rencana kontinjensi yang ditargetkan rampung akhir tahun.

BPBD juga mendorong pembentukan Kampung Tangguh Bencana di lima kecamatan sebagai langkah penguatan adaptasi masyarakat terhadap potensi bencana. Sosialisasi telah dilakukan, dan pembentukan desa tangguh dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat di wilayah ibukota kabupaten.

(Adv/Mahakam Ulu)