Advertorial Rakornis 2025 Dorong Penguatan Fondasi Pertanian Mahulu Menuju RPJMD Baru

Rakornis 2025 Dorong Penguatan Fondasi Pertanian Mahulu Menuju RPJMD Baru

150
SHARE
Foto Ist* Prokom.

MAHAKAM ULU, Sultanews – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan kesiapannya membangun sektor pertanian dan ketahanan pangan secara lebih terarah melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati Mahulu, Senin (08/12/2025). Forum strategis ini digelar sebagai bagian dari penyelarasan kebijakan menuju penyusunan RPJMD 2025–2029, sekaligus memperkuat konsolidasi perangkat daerah dalam merumuskan arah pembangunan sektor pangan.

Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes., menyampaikan bahwa tantangan geografis Mahulu tidak boleh menjadi hambatan dalam memperkuat sektor pangan. Ia menilai bahwa wilayah yang terpencar, akses logistik yang tidak merata, serta keterbatasan infrastruktur justru menjadi alasan utama perlunya strategi pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa nilai-nilai ME-LA-J-U telah diposisikan sebagai kompas utama pembangunan daerah. Karena itu, integrasi nilai tersebut ke dalam RPJMD 2025–2029 menjadi langkah wajib agar pembangunan pertanian Mahulu memiliki fokus yang kuat, terutama dalam mewujudkan kemandirian benih dan peningkatan produktivitas lahan.

Rakornis ini juga menjadi ruang bagi perangkat daerah untuk menyusun langkah konkret sesuai tugas masing-masing. Tujuh arahan strategis disampaikan, mulai dari penyelarasan indikator sektor pertanian, perencanaan akses jalan menuju sentra pangan, penguatan anggaran, penjagaan kualitas lingkungan, hingga peningkatan iklim investasi pertanian melalui kepastian perizinan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahulu, Engelbertus Ibrahim, S.E., M.Si., menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM, penerapan teknologi, dan pembentukan penangkar benih menjadi fokus utama. DKPP mendorong pengembangan pusat percontohan terintegrasi untuk mempercepat kemandirian pangan lokal.

Rakornis ini diharapkan melahirkan rumusan kebijakan yang lebih tajam dan terukur sehingga pembangunan pertanian Mahulu dapat bergerak lebih progresif dan berkelanjutan.

(Adv/Mahakam Ulu)