Advertorial DKP Kukar Dukung Pembangunan SPBN untuk Permudah Akses BBM Nelayan

DKP Kukar Dukung Pembangunan SPBN untuk Permudah Akses BBM Nelayan

340
SHARE
Ilustrasi Nelayan.

sultanews.com, Kukar – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya untuk mempermudah akses bahan bakar bagi para nelayan pesisir. Dalam rangka mendukung keberlangsungan usaha nelayan kecil, DKP berfokus pada pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di berbagai wilayah pesisir.

Kepala DKP Kukar, Muslik, menyebutkan bahwa kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) merupakan elemen vital dalam kegiatan nelayan. Pasokan BBM yang stabil akan membantu nelayan menjalankan usaha mereka dengan lebih lancar. Oleh karena itu, DKP mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan SPBN untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kami terus berupaya agar nelayan pesisir Kukar bisa mendapatkan bahan bakar dengan mudah. Langkah ini penting untuk memastikan mereka dapat melaut tanpa kendala,” ujar Muslik pada Selasa (10/9/2024).

Muslik menjelaskan, pembangunan SPBN ini juga merupakan tanggapan atas aspirasi dari para nelayan yang sering kesulitan memperoleh BBM saat melaut. Kelangkaan bahan bakar menjadi salah satu masalah utama yang sering dikeluhkan oleh nelayan, terutama di daerah pesisir yang terpencil.

“Banyak nelayan kesulitan mendapatkan bahan bakar karena ketersediaannya sering kali terbatas. Ini menjadi salah satu tantangan utama bagi mereka dalam mencari ikan,” lanjut Muslik.

DKP Kukar telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan SPBN tersebut. Beberapa perizinan terkait pembangunan telah dikeluarkan dan DKP kini tinggal melanjutkan tahap selanjutnya agar proses pembangunan bisa segera terealisasi.

Untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM yang cukup, DKP Kukar saat ini sedang melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Kalimantan Timur. Kerjasama ini diharapkan dapat memastikan bahwa SPBN yang akan dibangun mampu memenuhi kebutuhan BBM di tiga kecamatan utama yang menjadi pusat kegiatan nelayan.

“Seluruh SPBN ini nantinya diharapkan bisa melayani sekitar 16 ribu nelayan kecil di Kukar. Kami berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses bahan bakar kepada mereka,” jelas Muslik lebih lanjut.

Selain itu, proses administrasi dan teknis untuk pembangunan SPBN tersebut saat ini berjalan dengan lancar. DKP berharap, dengan dukungan Pertamina dan pihak swasta, SPBN dapat segera dibangun dan siap beroperasi.

Muslik menjelaskan bahwa lokasi SPBN akan ditempatkan strategis di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di setiap kecamatan. Penempatan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi nelayan dalam mendapatkan bahan bakar saat mereka menjual hasil tangkapan ikan di TPI.

“Penempatan SPBN di dekat TPI akan mempermudah nelayan. Mereka bisa mengisi bahan bakar sekaligus menjual hasil tangkapan mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh,” kata Muslik.

Dengan pengaturan lokasi ini, waktu yang dibutuhkan nelayan untuk mendapatkan bahan bakar dapat dikurangi, sehingga aktivitas mereka akan lebih efisien. Hal ini diharapkan dapat berdampak positif pada produktivitas dan pendapatan nelayan.

Muslik menekankan bahwa pemerintah daerah, bersama pihak swasta dan Pertamina, berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan SPBN ini secepat mungkin. DKP berharap, dengan beroperasinya SPBN, nelayan di Kukar akan merasakan manfaat langsung, terutama dalam hal kemudahan akses BBM dan peningkatan produktivitas.

“Ini adalah langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung nelayan pesisir. Kami ingin memastikan bahwa mereka dapat beroperasi tanpa terkendala masalah bahan bakar,” tutup Muslik.

Pembangunan SPBN di Kukar diharapkan tidak hanya mempermudah akses nelayan terhadap bahan bakar, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, sektor kelautan dan perikanan di Kukar dapat berkembang lebih pesat, mendukung perekonomian lokal, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

(ADV/DKP KUKAR)